“Ah memang iya aku orang yang
payah”
“Aku bukan apa-apa dibandingkan
dia yang punya banyak kelebihan”
“Kenapa sih ini terjadi padaku? Kenapa
semua cobaan ini nggak terjadi kepada orang lain saja?”
“Aku nggak yakin aku bisa, secara
aku nggak bisa ini itu”
Adakalanya memang, kita merasakan
hal-hal seperti itu dalam hidup kita. Mungkin karena kita menginjak usia dimana
kita mencari jati diri dan menggapai keinginan kita. Sayangnya, hasilnya tak
selalu berjalan sesuai ekspektasi, prosesnya tak semudah yang dibayangkan. Kita
pasti sering mendengar mengenai toxic
positivity dimana kita tidak seharusnya memaksakan perasaan kita untuk
selalu tegar. Kita tidak bisa memaksakan kondisi kita yang tidak baik untuk
kita anggap baik-baik saja. Tetapi ternyata ada baiknya kita tidak selalu
memelihara perasaan melankolis kita, karena kita tetap perlu bangkit. Caranya
adalah dengan memaksakan untuk tetap berjuang meski berat. Tentu itu menyiksa,
tapi apakah kita akan terus menerus mengasihani diri sendiri? Lalu, kapan
saatnya diri harus tetap tegar? Sebab waktu akan terus berjalan tanpa memandang
kita sedang lelah hati dan pikiran.
Kita semua mendambakan perubahan
atas suasana tidak mengenakan dalam diri kita. Kita mesti sadar, kapan kita
perlu istirahat sejenak, kapan kita mulai lanjut lagi? Benar kan? Jadi, kita
tetap perlu memelihara sikap (sok) tegar dalam diri kita. Seberapa berat hal
yang terjadi dalam hidup kita, itulah masalah kita yang merupakan ujian dari
Tuhan untuk kita bertumbuh. Kita perlu menantang diri menembus kesulitan yang
belum pernah kita kuasai, untuk apa? Untuk naik derajat menjadi diri kita yang
telah bermetamorfosa menjadi diri kita yang lebih baik. Kita memang
dipersiapkan untuk tingkatan hidup yang lebih sulit, tapi nilai dalam diri kita
menjadi lebih baik. Kita memang hidup di dunia ibarat belajar, menahlukkan
ketidaktahuan dan ketidaksanggupan sampai akhir hayat. Jadi, jangan terlalu
terlena karena kita tidak sebaiknya melakukan toxic positivity. Kita juga perlu ingat bahwa hidup mengajarkan
kita arti kesabaran, lapang dada, tegar, tahan banting, pantang menyerah,
berani, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut didapat ketika kita berusaha
bangkit dari kesulitan yang membuat kita ciut.
Bagaimana caranya untuk bangkit? Mungkin
ini beberapa cara supaya bisa move on
dari keterpurukan (versiku) :
1.
Berdoa
Karena kita umumnya beragama, pastilah kita percaya
Tuhan dan percaya kekuatan dari doa. Doa merupakan penguatan diri
dari segi spiritual. Di titik terendah kita, pastinya kita butuh menguatkan diri dari dalam. Bila kita
percaya kekuasaan Tuhan, maka kita pasti percaya Tuhan akan memberikan jalan,
Tuhan tak akan menguji hambaNya dengan suatu di luar kemampuannya, Tuhan Maha
Pengasih, dan semua hal yang terjadi pada dirimu termasuk kesulitanmu itu
adalah bagian dari rencanaNya. Yakinlah bahwa Tuhan menyertai setiap usaha kita bila kita selalu melibatkanNya dalam proses kehidupan kita. Jadi, kita memang boleh sedih untuk sesaat tapi
jangan lupa bangkit.
2.
Cari dukungan teman atau keluarga
Disaat yang sulit, kita bagaikan tersesat pada jalan
yang gelap tanpa tahu dimana ujungnya. Di beberapa kasus mungking ada yang
benar-benar sampai rendah diri sampai tidak bisa melihat sisi baik dari
dirinya. Maka, dukungan orang-orang terdekat itu amat sangat dibutuhkan.
Carilah orang yang memang paham bagaimana kamu, karena kalau kamu salah memilih
orang maka orang tersebut mungkin tidak akan memberikan saran yang pas di
hatimu. Jadi, minimal kamu perlu mengenal mana temanmu yang mampu memberikanmu
saran, dukungan atau mungkin bantuan yang sesuai dengan kebutuhanmu. Pastinya,
carilah teman yang mampu menjaga rahasiamu, karena kelemahanmu bukan suatu hal
yang boleh diumbar. Mungkin, ada jenis orang yang suka meluapkan isi hati tanpa
butuh saran, ada yang ingin mendapat dukungan, ada yang memang bercerita dengan
maksud meminta bantuan, jadi semoga kita adalah orang yang bisa menempatkan situasi
bila suatu saat membantu teman kita.
3.
Berprinsip untuk bangkit/berubah
Ini amat sangat penting, karena buat apa berdoa atau
mecari dukungan orang lain tapi diri sendiri terlalu takut untuk bangkit. Jadi
sedikit sedikit harus memaksakan diri untuk bergerak. Memang rasanya tidak
enak, tapi demi kebaikan diri sendiri maka kita perlu berjuang melawan
ketidaknyamanan alias keluar dari zona nyaman. Kalau sudah berniat, maka jangan
melakukan hal-hal yang membuat gagal move on, harus konsisten dan jangan tengok
ke belakang (re: masa lalu). Kita harus optimis menyambut diri kita dalam versi
yang lebih baik dan itu segera datang! Adakalanya, kita berbicara pada diri
sendiri (re: jouska) karena pada dasarnya, kita sebenarnya adalah orang yang
paling tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah dalam hidup kita sendiri.
4.
Jauhi gangguan
Apapun yang membuat kita down, mungkin disebabkan atas beberapa hal. Hal tersebut bisa dari
diri sendiri maupun dari orang lain. Karena kita sudah mantap untuk
bangkit/berubah maka baiknya kita berkomitmen untuk meninggalkan kebiasaan
lama. Jangan takut untuk berubah, karena pada hakekatnya kita hidup selalu
mengikuti perubahan.
5.
Sayangi diri sendiri
Saat kita merasa tidak kuat, maka kita cenderung
merendahkan diri sendiri. Daripada berbuat seperti itu, kenapa kita tidak
mencoba melihat sisi lebih dari diri kita? Kita semua pasti dianugerahi
kelebihan dan kita harus percaya tentang itu. Untuk menyayangi diri, bisa dengan
berbagai hal tergantung preferensi masing-masing orang, contohnya kita bisa
membeli pakaian yang baik supaya diri kita terlihat menawan, merawat diri (dari
luar) dengan perawatan tubuh, wajah dan rambut maupun merawat diri (dari dalam)
dengan memakan makanan yang sehat dan enak, istirahat yang cukup, olahraga dan
lain sebagainya. Melakukan hobi juga biasanya dilakukan sebagian besar orang
untuk menghibur diri, misalnya menonton film, mendengarkan musik, travelling,
merakit mainan, mengoleksi tokoh anime, main game dan lain sebagainya. Tapi
jangan lupa, hobi hanya selingan dan jangan sampai menganggu waktu produktifmu.
Kita harus percaya bahwa kita akan selalu bertumbuh menjadi diri kita yang lebih baik, kita hanya butuh untuk tegar dan pantang menyerah
